London by night II
Foto dari jalan** kemaren malem. It might be the way I apriciate the city I live in and I think, I have been institutionalised by this very city , city of Angels? no, it’s just London.
Deket Greenwich Piers

The Greenwich Piers

Old Royal Naval Campus, University of Greenwich

Tower Bridge

Tower Bridge

University of Greenwich

View by Old Royal Naval Campus

Don’t know what they are

Vauxhall Bridge?

Tower Bridge by the Thames

It’ London all about: Past, present, beauty and diversity

This entry was posted
on Friday, May 26th, 2006 at 4:08 am and is filed under Uncategorized.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
May 27th, 2006 at 7:03 pm
fantastic pictures..lebih bagus lagi kalo aku ada di sana hehehe…
June 1st, 2006 at 9:30 pm
Thanks to Photography
Seorang teman mengatakan bahwa reality sucks. Jean Baudrillard dalam banyak kesempatan mengatakan bahwa kebenaran adalah apa yang harus ditertawakan. Agen Mulder dengan pasti menyimpulkan bahwa the truth is out there. Bagiku, kebenaran tersembunyi dalam diam. Maka apa yang tak dapat diucapkan harus dijaga dalam diam.
Teknologi fotografi memampukan manusia untuk membekukan momen-momen kebenaran tersebut dalam diam. Pada awalnya, teknik fotografi hanya mampu menangkap obyek apa adanya mereka. Kemampuan untuk menghasilkan gambar sesuai aslinya ini bahkan dijadikan tagline sebuah merk kamera terkenal : seindah warna aslinya. Namun seiring berkembangnya teknik dan teknologi fotografi itu sendiri, obyek dan momen dapat diciptakan, di bentuk ulang, direkayasa untuk mendapatkan citraan-citraan tertentu. Fotografi memungkinkan kita bermain-main dengan realitas, bermain dengan tanda-tanda, merubah yang real menjadi hiperreal. Maka kebenaran adalah relativitas, bergantung pada alat, sudut pandang, dan cara kita memaknai obyek-obyek citraan tersebut.
Dalam diam, obyek-obyek citraan tersebut berbicara. Dalam rentang ruang dan waktu setelahnya, ia tetap berkata-kata. Membekukan momen dan memanggilnya kembali. Membuka dialog dan memunculkan interpretasi. Fotografi menjadikan obyek-obyek tersebut tetap hidup menembus ruang dan waktu.
Selamat bermain-main dengan kamera (baru?) ya…
August 11th, 2006 at 2:44 pm
awesome..cool dude!!!