When one get older the love get deeper
Kemaren malam aku liat sebuah dokumentari di TV yang aku inget pernah aku liat 3 tahun yang lalu. Ini adalah dokumentari yang melihat the justice system in Pakistan. Tayangan ini meninjau bagaimana sistem keadilan di negara yang hampir sama miskinya dengan Indonesia ini. Tentu saja tayangna ini berkisar tentnag pengadilan, wawancara dengan jaksa lokal, hakim, pengacar dan terdakwa, juga tidak kalah menariknya adalah program ini mengikuti dengan seksama sebuah kasus contoh di mana seorang bapak tua miskin dituduh membunuh dengan cara menusuk. he was simply on the wrong place and the wrong time.
Korbanya adalah seorang sodakar kaya dan bapak terdakwa ini adalah seorang pembantu yang gajinya sangat rendah. Tapi korban berupaya keras dan sama sekali tidak mau mengaku bahkan menolak mentah mentah ketika pengacar keluarga korban menawari untuk dia supaya mengaku agar terhindar hukuman mati, yang rupanya sangat biasa di Pakistan.
Anyway, bapak ini berumur 50an, tapi karena keadaan ekonominya dia keliahatan lebih tua dari umur sesungguhnya. Selama proses dia selalu sopan, pasrah dan berkata jujur. waktu ditanya, kenapa tidak bikin deal aja biar hukumanya ringan? dia jawab, kalaupun saya mati karena kasus ini, biarlah.. tapi hanya saya dan Alloh yang tau kalo saya tidak melakukanya.
Proses belum selesai dan masih panjang, tapi dia kelihatanya ada pada posisi yang sulit karena keluarga korban berusaha mencari kambing hitam, dan rupanya bapak yang hopeless ini adalah kandidat yang tepat. pengacara keluarga kaya ini adalah yang terhebat di daerah itu, sedangkan bapak ini hanya diwakili oleh pengacar amatir dari sebuah LBH.
Pada suatu saat, bapak yang selama proses ini tinggal dipenjara ini, dikunjungi ketiga anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sangat setia. Istrinya sudah kelihatan sangat tua diumurnya yang 40an, mungkin karena dia harus menanggung beban hidup selama suaminya di penjara, dia kelihatan acak acakan, kecantikannya sudah way overdue dan dia sudah tidak sesehat dulu lagi. Tapi dia selalu menunggu suaminya dengan kepercayaan penuh bahwa suaminya bukan orang jahat dan tidak akan pernah membunuh orang, apalagi dia tau suaminya walaupun orang bodoh dan miskin, adalah muslim yang sangat kuat.
Ditanya apakah dia akan meninggalkan suaminya kalo dia dipenjara seumur hidup, dengan menangis dia bilang, love for him is all I have left, dan itu adalah satu satunya yang membuat aku kuat untuk terus membesarkan anak anaku untuk jadi seseorang yang lebih baik dari orangtuanya dan muslim yang baik seperti bapaknya.
Setelah mendengar itu, dengan mata berkaca kaca bapak itu bilang ke reporter yang mewancarai, "you know..when one get older the love get deeper.."
Oooh…isn’t that beautiful? Seringkali kita melihat betapa indahnya romance dari mulai cerita romeo dan juliet sampai film dan sinetron yang seringkali kita lihat tiap hari, tapi mereka semua dalam keadaan prima, cantik, tampan, sexy dan most of them is only story. tapi melihat real life romance seperti kasus diatas dimana mereka dalam keadaan yang kayaknya nggak layak untuk romance; tua, miskin, keadaan sulit, udah jelek.Tapi ikatan cinta mereka semakin kua and their love is for real. Duh, kalau saja semua orang punya cinta seperti itu.
Anyway, dokumentari berakir dengan berita bahwa bapak itu dibebeaskan lima tahun kemudian karena tidak cukup bukti, dan ketika dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam keadaan bebas, keharuan yang muncul sangat luar biasanya.
Is it not for the bonds of love are ill to loose?
May 4th, 2006 at 3:04 am
kadang-kadang, romance justru muncul di tengah-tengah ketakutan kita akan kehilangan seseorang (yang justru di saat-saat akhir kita menyadari bahwa ternyata kita mencintainya dan tidak bisa membayangkan hidup tanpanya..)
…but When one get older the love get deeper is true, I’m more than happy for that…it means fairy tale does happen : happily ever after…
(btw,aku utang tulisan ttg posmo ya?)
May 4th, 2006 at 3:20 am
Yup! and aku akan terus tagih sampe aku dapet.
Hmm…kayanya dah ngalamin nih, sad or happy ending?
May 4th, 2006 at 11:26 pm
hahaha..sering..and seringnya lagi sad ending, but pretending to be happy ending..(buat membesarkan hati)
eh, bisnis debt collector yuk? lagi ngetren nih di jkt, secara loe juga gigih kalo nagih…