Painting with lights, London by night

Few days ago after a very long delay, akirnya aku memberanikan diri untuk kembali ke cinta pertamaku, fotografi. Hobiku ini kembali ke 6 tahun yang lalu gara** tiap malam diceramahin betapa exciting dan indahnya fotografi itu sama si om Dwi, akirnya ku ngumpulin uang dan bisa beli canon eos 1N, sebuah prosional film SLR, there I was, fell in love with photography.

Waktu itu digital masih langka dan sangat mahal, dan dengan bangganya aku memulai hobi baruku, kemana mana selalu bawa kameraku yang sebenarnya nggak komfi karena SLR kamera bukanlah barang yang kecil. Aku beli buku, langganan majalah, ikut online comunity (fotografer.net) dan seterusnya, aku belajar few things, and make some good picture, itu terus berlangsung until akir 2002 dimana aku mulai kuliah, jadwal kelas dan kerjaku membuat aku harus abandon hobiku itu, dan untuk tambahan biaya kuliah, aku jual semua kamera dan lensa lensaku, it really was a very hard decition to make.

Untill tahun baru kemaren, setelah aku lulus kuliah, aku pikir aku harus kembali ke hobiku yang lama, akirnya di akir tahun seperti biasa, aku dapet bonus akir tahun and finnaly I manage to get Canon eos 10D dan Sigma 18-50mm f2.8 lens. I was so happy, but aku juga takut sekali memulai, sehingga aku terus tunda untuk kembali bikin foto, kameraku hanya duduk di laci tanpa digunakan hampir 4 bulan, then finnaly few days ago, I braved myself to start all over again.

Aku berangkat dengan kamera, lensa dan tripodku ke Oxford street sekitar jam 5 sore, masih terang banget, dan rencanaku untuk memotret pemandangan malam harus ditunda beberapa jam, akirnya aku mapir ke toko buku Borders buat beli buku yang aku dari kemaren pingin beli sebab aku baca reviewnya bagus banget di  Sunday times a week earlier. Aku pingin beli the Observations by  Jane Harris. Tapi sial, mereka hanya punya di Hardback yang tentunya jauh lebih mahal dari paperback, obviously student miskin kaya aku harus hemat banget untuk survive, so aku ga jadi beli, maybe I will buy from Amazon later. Instead, aku  liat ada sale buku, cuman 99p!! so aku ambil satu buku judulnya Cutting Room by Lousie Welsh, not to bad for 99p, I finished it within 3 days.

Anyway, ini foto pertamaku di Oxford Circus, I try to be abstract, I like this kind of picture because it chalenges our intelegence to be able to apriciate its meaning:

Delapan_3

Oxford Circus, Oxford st.  5 detik at f.19

Coba bikin panning, aku ga pernah coba teknik ini sebelumnya. The idea, is follow the movement of the object, coba bikin objecknya focus sementara the rest bikin image blur, sehingga bisa dirasakan sense of movement.
Sembilan

1/45 at f3.5

Dan ini adalah percobaan pertamaku untuk bikin trail lights, perlu tripod karena shutter harus dibuka selama mungkin, dalam foto ini 20 detik at f22

Tujuh

Di jembatan depan sommerset House, 30 detik at f19

Empat_1

Masih ditempat yang sama 30 detik at f16

Dua

Pintu gerbang Sommerset House  30 detik at f16

Lima

Didalam Sommerset house yang sudah ga ada orang, 20 detik at f22

Enam

And my fovourite image of the night, London by night, it shows what London it’s all about, ada Big ben, House of Parliement dan London’s eye and of course the beautiful river Thames, It reminds me how I could enjoy my last 7 years in London, 30 Detik at f22

Satu

All and all, Im very happy to do things that I love most. It’s like if Im with camera I forget my other life, school, work, relationship. I feel safe and happy when I hold my camera, isn’t that what we call love? If it’s not, then I don’t know what love is, anyway, it’s good to be back.

Kritik dan saran wellcomed.

3 Responses to “Painting with lights, London by night”

  1. ' ' ' ' Acied Says:

    Edyan tenaaan…
    parah lo mas…
    keren abis fotolo…
    mau dong difoto.. ;;)

  2. Fulan Says:

    Nude mau? lagi nyari model nude nih, separo badan aja. kerahasian terjamin hehehe..

  3. ' ' ' ' Acied Says:

    Tobat…tobat….hahahaaha…

Leave a Reply