Archive for March, 2006

Mekarnya Generasi Emas Kedua

Wednesday, March 29th, 2006

Arsenal-Juve 2-0? it’s a dream come true for me, kemenangan ini sangat special bukan hanya untuk arsenal ke semifinal Liga champion, tapi sejarah cinta dan kebencianku kebeberapa club di seri A ataupun Premiership.

Here’s brief profile of my football life, aku akan bikin sesingkat-singkatnya. di Premiership aku pendukung berat Arsenal, sudah 8 tahun aku setia pada club ini, naturally aku akan nggak akan suka MU, rival besar Arsenal, tapi ketidaksukaan itu berubah jadi kebencian karena suatu hal, akan diceritakan dibawah mengapa.


Di seri A aku pemuja Inter, my love to this club has blossomed way before I knew Arsenal, kalo ga salah sejak SMP kelas satu, which is 13 years ago, naturally aku juga akan tidak suka dengan rival beratnya, Milan dan Juventus, aku tetep tidak suka Milan sampai sekarang, tapi ketidaksukaanku itu tidak ada apa apanya dibanding kebencianku terhadapa Juve. I hate juve so much! no..itu kurang tepat, I loathe Juve!! no itu kurang keras juga, I despise Juventus from the bottom of my heart. why?

Here’s Why, masih teringat jelas dibenaku pada akir musim seri A tahun 1998, Inter hampir saja meraih Scudetto yang ditunggu tunggu sejak 1989, but Juventus ruined  it all. Not in a very nice way, karena pada pertandingan penentuan antara Juventus dan Inter, Ronaldo dijegal di kotak penalti, semua orang tahu Inter berhak mendapat penalti penentu kemenangan itu, but for my disbelief, wasit tidak memberikan penalti ke Inter, my heart sank seperti kapal Titanic, slowly, with the cold and pain no one else shall ever bear.

Besoknya aku baca dibeberapa tabloid betapa kuat pengaruh keluarga yang punya Juventus terhadap Asosiasi sepakbola italia (FIGG?) dan tentu saja tekanan itu akan datang ke wasit sehingga keputusan mereka akan jadi tidak obyektif dan cenderuung membela kepentingan Juve. Mungkin mereka adalah seperti mafia keluarga Carliogne dalam film Godfather. sejak saat itu I promise to myself, I’ll dedicate my entire life to hate juve, aku bahkan pernah berpikir, kalau aku jadi Milioner nanti, aku akan beli Juventus dan aku akan tutup club itu untuk pernah berlaga lagi disepakbola, just for the sake to piss off the entire Turin and everyone else who support Juve.

What about MU? masih ingat jelas juga, it was April 1999, beberapa hari sebelum Ebtanasku, aku menginap di rumah TG teman kelasku untuk belajar nyiapain ujian dan paginya bisa nonton siaran langsung MU-Inter di second leg liga Champion merebutkan tiket ke semifinal. semalaman aku ga bisa tidur, aku dan TG (sama* fans Inter) berdiskusi kira kira strategi apa yang akan dipakai Inter, I  actually believed that this time Inter is going to make it, and winning this match would be so sweet melihat lawanya adalah MU, club yang aku ga suka karena posisi dan arogansinya in the first place.

Jam 2.30 pertandingan dimualai, 2X45 menit I held my breath, I couldn’t take my eyes off the screen, adrenalin rush, near nervous breakdown saat hampir kemasukan gol. All hope, all the fantasy, all the dreams have gone in the final wistle, my heart’s broken into pieces, Inter lost to MU, a club I really don’t like and from then on, a club I will always hate forever. sekitar jam 5 pagi, TG dengan motor Suzuki tornadonya nganter aku pulang kerumah yang jaraknya sekitar 3km, sampai depan pintu, aku ga langsung masuk, aku dengar adzan subuh, aku duduk diteras, before I knew it, tears drop from my eyes, semakin lama semakin banyak, aku ga bisa tahan, maybe that was (waktu itu aku umur 17 th) the first tears since my chilhood, my heart was trully broken. aku ingat event beberapa bulan sebelumnya, dimana aku sangat suka sama satu cewe temen sekolahku, tapi dia terus pacaran dengan orang lain, I really liked her at that time. but when she walk away from me, I was dissapointed, but she didn’t break my heart, but MU did.

Kembali ke pertangan Arsenal Juve semalem, it was really like dream come true, bukan hanya karena Arsenal menang dan peluangnya menjadi besar untuk juara, tapi lebih kepada pembalasan sakit hatiku ke Juventus back in 1998. God..it feels good!!


Gunners-Interisti

Kamis, 30 Mar 2006,
Mekarnya Generasi Emas Kedua


            Arsene
Wenger sang raja, Patrick Vieira adalah panglimanya. Peran itulah yang
terlihat saat kedua figur tersebut mendampingi Arsenal menjalani
periode emasnya pada 1996 hingga 2005. Tiga trofi Premiership dan empat
trofi Piala FA berhasil direbut The Gunners bersama dua sosok tersebut.

Kepergian Vieira ke Juventus awal musim lalu diyakini akan
menjadi akhir kejayaan Wenger bersama Arsenal. Musim ini, perkembangan
skuad Arsenal tidak secantik tiga rivalnya di Premiership: Chelsea,
Liverpool, maupun Manchester United. Tubuh The Gunners dinilai terlalu
banyak pemain muda.

l atas Juventus (2-0) dini hari kemarin
menjadi jawaban atas keraguan tersebut. Jika The Gunners melengkapi
suksesnya ke semifinal, pasukan Wenger itu dipastikan bakal membuat
miris rival-rivalnya di Premiership musim depan.

Kalau dilihat
ke belakang, Wenger memang jago melahirkan pemain bintang. Ketika
bergabung Arsenal 1996 silam, kemampuan Wenger diragukan karena terlalu
banyak pemain muda. Namun, Wenger bisa menjawab kritik itu hanya dua
tahun. Dia mampu membuat Arsenal menjelma sebagai kekuatan yang
ditakuti di Premiership. Thierry Henry, Vieira, dan Robert Pires adalah
tiga pemain muda yang menjadi bintang The Gunners saat itu.

Nah,
belajar dari masa lalu, Wenger kini menatap generasi emas kedua
Arsenal. Francesc Fabregas, yang menjadi pahlawan kemenangan The
Gunners, masih baru menginjak 18 tahun. Jose Antonio Reyes juga
memiliki masa depan panjang dengan usia 22 tahun. Lini belakang The
Gunners juga penuh dengan pemain muda. Mathieu Flamini, Philippe
Senderos, dan Emmanuel Eboue masih berusia di bawah 22 tahun. Kolo
Toure genap berusia 25 tahun awal bulan lalu.

Henry, Pires,
dan Gilberto adalah tiga pemain senior yang diturunkan The Gunners.
Mereka mampu memimpin rekan-rekan mudanya dengan baik."Telah lahir tim
baru Arsenal dengan pemain-pemain muda yang hebat, " kata Wenger.

Arsenal
akan segera pindah home base ke Emirates Stadium. Di stadion
berkapasitas 60 ribu itu, bibit-bibit yang ditanam Wenger akan
menemukan media yang lebih baik untuk mekar. Sesuatu yang luar biasa
jika pada akhirnya nanti Fabregas dkk bisa mempersembahkan gelar Liga
Champions. Berikutnya, The Gunners akan kembali menantang Chelsea dan
Manchester United di Premiership musim depan

Mahar: Shall I compare thee to a summer’s day?

Saturday, March 25th, 2006

Artikel dari milist tetangga sebelah yang menarik. Disini digambarkan betapa pentingnya mahar itu bukan hanya dilihat dari sisi materi. Tercakup pula bahwa suatu mahar yang diberikan mengandung beberapa makna; sunah, penghargaan kita kepada sang istri, ekspektasi penerima mahar dan pentingnya mahar sebagai simbol cinta.

I quote "Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memberikan mahar yang banyak, dan sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak meminta mahar yang banyak". Tentu besar kecilnya mahar harus disesuaikan dengan kemampuan si calon suami, peliknya, sebuah pernikahan itu tidak akan syah kalau si perempuan tidak ridho pada mahar yang berikan. Jadi sebuah mahar bukan hanya menggambarkan seberapa besar apresiasi lelaki terhadapa istri dan institusi perkawinan, tapi juga akan mengejawantahkan rasa cinta dan keiklasan istri untuk menerima suami apa adanya, sweet..

Decision, decision, decision…..what will I get for my wife? Hmmm…I have no idea, one thing I know for sure, I will sell my soul for something pure and true!

Ada cerita tentang pernikahan seorang Mualaf dari Negeri Belanda
(Erik Meijer) dengan seorang artis kita (Maudy Koesnaedi), yang dimuat di
Tabloid Nova tanggal 30 September 2001. Pesta pernikahan yang indah,
sampai-sampai tak sedikit tamu yang berfoto-ria, dengan latar belakang
indah bernuansa Belanda.

Lepas dari segala kekurangan yang mungkin ada dalam acara pernikahan
mereka, ada pelajaran yang menarik yang dapat diambil, yaitu
tentang
MAHAR yang diberikan oleh Tuan Erik Meijer kepada istrinya tercinta. Ia
memberikan mahar berupa uang tunai 23.901 Gulden (sekitar Rp. 96 juta
rupiah) dan seperangkat perhiasan, anting dan kalung emas bertatahkan
berlian. Masya Allah!

Semoga saudara kita, Erik Meijer diberikan ketetapan iman Islam, dan
mampu membangun keluarga yang Islami. Amiin.Sungguh, Tuan Erik Meijer, telah mengikuti sunnah Rasulullah SAW, dengan memberikan MAHAR yang bernilai kepada istrinya.

Muhammad SAW memberika Mahar kepada istrinya Khadijah berupa 100 ekor
unta muda. Coba kita hitung kalau 1 ekor unta muda = 10jt. 100 ekor
unta muda = 1 Milyar. Wow.. fantastis bukan? Mana ada jaman sekarang walaupun kaya raya memberikan mahar semahal
itu?

Muhammad muda sangat menghargai calon istrinya seorang yang mulai dan
terpandang, dengan mahar yang mahal.Ini berbeda dengan kebanyakan
masyarakat kita sekarang ini, yang"Gemar" memberikan mahar berupa "Al-Qur’an dan seperangkat Alat
Sholat".

Saya tidak meragukan, bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang mulia.
Namun saya yakin, bahwa kebanyakan mempelai wanita tentu sudah memiliki
Al-Qur’an & Alat Sholat (jika ia bukan mualaf).

Saya belum pernah membaca kisah para sahabat yang memberikan mahar
sebagaimana Trend yang berkembang di tengah masyarakat kita sekarang
ini. Yang ada adalah di zaman sahabat adalah, jika ia miskin, maka ia
berikan harta yang terbaik yang dimilikinya. Atau jika ia benar-benar
tidak punya harta, maka ia boleh memberikan "Hafalan Al-Qur’an" sebagai
maharnya.

Mari kita renungkan ayat berikut:
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai
pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan
kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah
(ambillah)
pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik
akibatnya. -QS:An-Nisaa’ (4):4

Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut
kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian
itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. -
QS:Al-Baqarah(2):236.

Mari kita renung pula kenyataan yang ada di masyarakat. Berapa banyak
pasang suami-istri yang membaca Al-Qur’an setiap hari? Atau berapa
sering sang suami sholat bersama sang istri dengan Perangkat Sholat
yang diberikannya? Al-Qur’an dan Seperangkat Alat Sholat dijadikan simbol kesholehan
saat pernikahan. Namun setelah itu, tak jarang Al-Qur’an hanya disimpan rapi
dalam lemari, jarang disentuh, apalagi dibaca, dihayati dan diamalkan.
Alangkah ironis!
  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dalam Islam, permintaan dan pemberian MAHAR sangat berbeda dengan
sifat materialis
dan kepalsuan. Ini adalah ajaran Islam yang penuh
hikmah, yang bertujuan untuk melindungi dan memuliakan wanita, serta
memperkokoh keluarga. Sebagaimana kata-kata bijak berikut ini:

"Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memberikan mahar yang banyak, dan
sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak meminta mahar yang banyak".

Sang laki-laki berusaha maksimal, sang wanita tak banyak menuntut.
Alangkah indahnya ….Sebagai penutup perlu saya sampaikan, bahwa MAHAR yang tinggi akan
menghambat pernikahan, sebagaimana yang terjadi di beberapa Negara
Teluk Persia sekarang ini. Sampai-sampai pemerintahnya turun tangan
memberikan Subsidi untuk Bujangan yang ingin menikah, agar dapat segera menikah.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, minimal untuk saudara-saudara
kita yang belum menikah. Dan mohon maaf, kalau ada kata-kata yang
kurang berkenan di hati.

"Dan nikahkanlah orang-orang yang
sedirian diantara kamu, dan
orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang
laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan
memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas
(pemberian-Nya)lagi Maha Mengetahui." - QS:An-Nuur (24):32

Festival Film Indonesia di UK

Saturday, March 4th, 2006

Asyik ada kesempatan nih buat nonton film Indonesia, sebagian sih dah nonton tapi aku belum dan pingin lihat Gie, Kuldesak dan daun diatas bantal, ayo rek rame2 nonton! btw, gratis lho plus nanti kalian bisa ketemu ama sutradara dan aktor kembaranku Nicolas Saputra hehehe..

Ini words dari panitia:

LONDON, GLASGOW DAN NOTTINGHAM, Ketiga kota ini akan menjadi saksi bisubagaimana sinema Indonesia akan kembali memperlihatkan potensi dankualitasnya kepada dunia dalam program 1st London Indonesian FilmScreening 2006 with Tour pada tanggal 9 – 15 Maret 2006 yang akandatang.

Film GIE karya sineas muda lulusan Royal Holloway University of London,Riri Riza akan menjadi film pembuka dalam opening night yang akandihadiri langsung oleh Riri Riza sendiri bersama Mira Lesmana danNicholas Saputra yang terlibat sebagai produser dan aktor utama dalamfilm ini.

Festival yang diselenggarakan di kampus universitas ternama Inggris,School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London iniakan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia untukKerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, DR. Marty Natalegawa. Malampembukaan yang akan dihadiri oleh undangan dari kalangan akademisi danindustri perfilman dan media di UK dan komunitas internasional ini akanditutup dengan interaksi dialog secara langsung bersama ketiga tamudalam diskusi bertema Gie, an Oak Tree Standing Against the Wind.

Berturut-turut  kemudian di School of Oriental and African Studies daritanggal 9 Maret sampai dengan 11 Maret 2006 akan akan diputar `JanjiJoni' karya Joko Anwar, `Eliana Eliana' karya Riri Reza,`Kuldesak' karya kolaborasi tiga sutradara; Nan T. Achnas, RizalMantovani dan Riri Reza, `Arisan' karya Nia Dinata, `Daun Diatas Bantal' karya Garin Nugroho, dan `Novel Tanpa Huruf`R'' karya Aria Kusumadewa.

Untuk Kuldesak dan Arisan akan dilengkapi dengan diskusi `Gender andSexuality through the cinema in southeast Asia' secara simultandengan Daun diatas Bantal dan Novel Tanpa Huruf R yang ditutup dengandiskusi 'Contemporary Indonesian Film'. Diskusi ini sendiri akanselain dihadiri Riri Riza dan Nicholas Saputra sebagai pembicara akandilengkapi pembicara dari British Film Institute, akademisi, danpengamat film internasional.

Festival ini dilengkapi dengan tour yang diharapkan dapat mencakupseluruh wilayah di Inggris. Kota Glasgow, Macintosh city di utara, akanmenjadi tempat pertama yang disinggahi film GIE bersama sutradara RiriRiza dan Aktor Nicholas Saputra pada senin sore 13 Maret 2006 jam 5 soredi Gilmorehill G12 Cinema, University of Glasgow.

Kota Nottingham yang selain terkenal sebagai kota Robinhood, tetapi jugamenyimpan potensi kuat dalam perfilman inggris dengan tumbuhnya bioskopindependen akan menjadi persinggahan terakhir yang akan menutupkeseluruhan festival acara ini dengan memutar film GIE di Law and SocialSciences Building B63, University of Nottingham pada hari Rabu tanggal15 Maret 2006 jam 7 sore.

Antusias tentu, rindu terhadap karya bangsa pastinya, bangga sebagaianak Indonesia sudah mutlak.

Jadi masukan dalam agenda kita bersama untuk program akbar ini, specialuntuk kita semua masyarakat Indonesia nantinya akan ada event khususdalam MEET and GREET yang tentunya isinya nonton bareng dan dialogdengan ketiga tamu pada hari minggu nanti tanggal 12 Maret 2005. TungguPengumuman selanjutnya!

Silahkan klik http://www.indonesianembassy.org.uk<http://www.indonesianembassy.org.uk/>

Atau hubungi lifs_pr@yahoo.co.id <mailto:lifs_pr@yahoo.co.id>

Untuk London, Ardian dan Hannah: 07851234544

Untuk Glasgow, Ika: 07738156115

Untuk Nottingham, Pritta: 07896161327

add us as your Friendster's Friend: lifs_pr@yahoo.co.id<mailto:lifs_pr@yahoo.co.id>

KITA adalah SATU INDONESIA. Majukan dan perkenalkan budaya bangsa kedunia