Gusti Allah ora sare

Im in rather religious mood today, and hey!…it’s the first day of 2006, hope I’ll stay that way for the rest of the year, amin..happy new year all!

Dari milist tetangga:
GUSTI ALLAH ORA SARE

 
Aku
berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah
agar aku mampu memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan
kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat
belajar dari-Nya.
….

Malam telah larut saat saya
meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang
menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.
Ah, hari yang
menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan,warna
langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan
yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari
saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang
mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya.
Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani
rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan…," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar
saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang
pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan
tendanya, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini
saja.

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku
apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk
di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat
diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol
kecap dan segenap bumbu. Segera
saja, mie goreng yang mengepul
telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi
saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang
yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya
dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok
dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya
Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh.
Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan
begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah
sedih. Namun, agaknya saya keliru…

"Gusti Allah, ora sare
dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya
ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak
saya di kampung pasti dapat air buat sawah.
Yah, walaupun nggak
lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya
yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…"

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare".
Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.
Saya
rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,
tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya
terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan
saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan
adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat,
bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa
digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada
ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus
bersabar.
Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya
bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah
bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi
petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian
orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm…saya
makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran
tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya.
"Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat"
Untunglah,hujan
telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang,
hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare….. Gusti Allah Ora
Sare…..

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.
Allah
memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara
yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat
hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi
semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati
tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya
sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang
saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang
menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya
rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya
selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah
pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus
belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar n istimewa. Aku berdoa
agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku
kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan
kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu
memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah
memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku
berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku marabahaya
agar aku mampu menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih
sayang…Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar
aku dapat berbagi dengannya. Aku berdoa agar diberikan
kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat
memanfaatkannya.

One Response to “Gusti Allah ora sare”

  1. ' ' ' ' Acied Says:

    wedde….
    dapet artikel dari mana ney… kakak iparqu…

    tulisan ini udah pernah dibacaain sama Bedu & Rico Ceper di Mustang….

    Iya, cerita yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur..
    yeah…

Leave a Reply